Gebyar Dwibahasa, Camat Buka Perkemahan Pramuka MTsN 12 Majalengka di Pajajar
Rajagaluh (KEMENAG) – Semarak kepanduan menggema di Bumi Perkemahan (Buper) Pajajar, Desa Pajajar, pada Selasa (22/9/2026). Ratusan siswa-siswi beserta jajaran dewan guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 12 Majalengka berkumpul dengan penuh antusias dalam acara Pembukaan Perkemahan Penggalang yang berlangsung khidmat dan penuh inovasi.
Ada yang istimewa dan berbeda pada penyelenggaraan upacara pembukaan kali ini. Seluruh petugas upacara, yang merupakan anggota Dewan Penggalang MTsN 12 Majalengka, tampil memukau dengan mengomandokan jalannya upacara menggunakan dua bahasa asing, yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris. Inovasi dwibahasa ini tidak hanya menjadi daya tarik tersendiri, tetapi juga membuktikan komitmen madrasah dalam mencetak pandu yang berwawasan global.
Acara pembukaan perkemahan ini secara resmi dibuka oleh Camat Kecamatan Rajagaluh, Bani Fadilah Ranandar, S.STP., M.AP., yang bertindak selaku Pembina Upacara. Dalam amanatnya yang lugas dan inspiratif, beliau menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai positif kepramukaan, khususnya terkait kedisiplinan dan manajemen waktu bagi seorang pelajar.
"Kalian harus bisa membagi waktu. Kapan kalian belajar, kapan kalian bermain, atau hal yang lainnya. Yang saya ingin titik beratkan di sini adalah bagaimana kalian supaya bisa membagi waktu tersebut, sehingga kalian memiliki potensi yang bisa dikembangkan," tegas Camat Rajagaluh di hadapan barisan Pramuka Penggalang.
Lebih lanjut, Bani menitipkan pesan mendalam tentang peran generasi muda sebagai ujung tombak negara. Ia mengingatkan bahwa pundak para anggota pramuka yang saat ini sedang berdiri di lapangan adalah tempat di mana masa depan bangsa ini akan disandarkan. "Kakak titipkan sekali lagi, masa depan bangsa Indonesia ini tentunya berada di pundak kalian," imbuhnya dengan penuh harap.
Kegiatan perkemahan ini dirancang sebagai wadah pembentukan karakter yang komprehensif. Melalui serangkaian kegiatan kepramukaan di alam terbuka, para siswa tidak hanya dilatih untuk bertahan dan mandiri, tetapi juga diajarkan tentang pentingnya kerja sama tim, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap lingkungan alam sekitar Buper Pajajar yang masih asri.
Keterlibatan aktif seluruh guru sebagai pendamping juga menunjukkan sinergi yang kuat antara pendidik dan peserta didik di luar ruang kelas, menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Penyelenggaraan Perkemahan Penggalang MTsN 12 Majalengka dengan terobosan penggunaan bahasa Arab dan Inggris ini merupakan langkah maju yang patut diapresiasi. Hal ini membuktikan bahwa Pramuka bukan sekadar tentang baris-berbaris dan tali-temali, melainkan kawah candradimuka bagi pembentukan generasi emas yang tangguh secara karakter, disiplin dalam mengatur waktu, dan siap bersaing di kancah internasional tanpa melupakan akar budaya bangsanya. Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan!